STOP menyalahkan KORBAN PEMERKOSAAN.

Banyak perempuan yang jadi korban dan hanya memilih berdiam menanggung malu. Korban pemerkosaan enggan melapor kepada aparat atau lembaga hukum lantaran takut disalahkan orang-orang sekelilingnya. 93% korban pemerkosaan tidak melaporkan perlakuan yang mereka terima dan hanya 7% yang berani menceritakan apa yang mereka alami.

Faktanya memang begitu, budaya masyarakat di negeri ini : mayoritas memberi stigma negatif pada korban perkosaan dan masih kerap menyalahkan korban daripada mendukungnya menguak kasus perenggutan hak paling hakiki yang dimiliki seorang perempuan.

Diamnya para korban pelecehan seksual dan perkosaan memang sangat jauh dari peribahasa “diam itu emas”. Diamnya mereka adalah diam yang penuh dendam, amarah terpendam, yang sewaktu-waktu bisa meledak. Atau mungkin diam yang akan di bawa sampai mati. Kenapa? Karena masyarakat sekitar, bahkan negara, seringkali tidak berlaku adil dan cenderung menyalahkan mereka.

Pernah suatu kali saya menanyakan hal itu kepada korban perkosaan dan jawaban mereka adalah …. kami memilih diam, daripada harus melapor tapi kemudian jadi bulan-bulanan gunjingan lingkungan sekitar. 😢

Saya sangat mengerti rasa sakit mereka, amarah, kebencian, takut, jijik, sedih nya mereka. Tidak mudah bagi mereka untuk kembali bangkit. Ketahuilah, mereka lebih memilih diam saja menyimpan beban psikis seumur hidup kalau tidak ada yang mau peduli.

Jadi jangan sekali-sekali kamu menghakimi dan menyalahkan korban pemerkosaan, kamu jahat kalau sampai menyalahkan korban.

Srg, 07/06/2018
11.23 am

RPAC