Generasi Bebas MICIN

Saya bersyukur bahwa masih bisa melihat anak2 tertawa bahagia tanpa beban seperti ini (foto utama). Andai saja semua orang tua di Indonesia mengenalkan konsep LIBERALISME kepada anak2 mereka tentu tidak akan ditemui anak2 yg berkepribadian bar2 dengan teriakan untuk membunuh.

Karena pada dasarnya: anak2 adalah manusia yang bebas, senang bertanya karena nalurinya dipenuhi dengan rasa keingintahuan. Segala hal yang dilihat dan didengar adalah hal baru buatnya. Alam pikiran mereka belum terisi banyak hal dan itu memancing keingintahuan yang luar biasa pada diri mereka.

Beruntunglah saya mempunyai ortu yang memberikan saya kebebasan berpikir dan tidak menjadi pewaris sebuah “DOGMA” yang membuat saya kritis dan tidak takut mempertanyakan sesuatu hal karena orangtuanya sudah memberi pemahaman bahwa mempertanyakan tentang DOKTRIN AGAMA itu bukanlah DOSA. Saya pun diberi kebebasan berimajinasi. Sebab dg berimajinasi akan ditemukan jawaban 2 hal2 yg ingin diketahui.

Seringkali anak2 diajarkan untuk membenci, misalnya lewat DOKTRIN salah satunya adalah bahwa agama yg selain agama kita adalah agama kafir.
Bentuk ajaran yg salah kaprah yg akan melahirkan generasi yang tipis imannya. Segala hal yang dianggapnya mengancam keimanannya maka harus disingkirkan.

Entah apa yang diajarkan orangtuanya kepada anak ini, dia jauh dari peradaban/dunia anak-anak pada umumnya.

Semoga kedepannya tidak ada lagi generasi yang suka ribut2 karena perbedaan dan banyak ortu yg sadar untuk menanamkan benih² kebebasan berpikir.agar mereka menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter.

Wrds, 31/10/2017
12.57

PuCa