Aku bukan CHINA Aku INDONESIA, dan aku adalah bagian dari NKRI

Aku bukan CHINA Aku INDONESIA, dan aku adalah bagian dari NKRI

Di mana-mana memang yang MINORITAS dan yang lemah dan yang kalah yang dijatuhkan. Seperti yang yang dulu sering saya tulis di status FACEBOOK saya yg non-aktif, harus sejauh mana MINORITAS terus mengalah? 
Saya gak bilang ini soal AGAMA dan RAS saja lho, tapi saya muak dengan ketidakadilan.

Tadi siang pun saya mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan di sebuah daerah “x” saat saya ada kepentingan dengan urusan pekerjaan. Ada seorang ibu2 yang kelihatan banget sangat Islami nyelutuk judes saat saya memberikan minuman mineral kepada anaknya yang merengengek kehausan
… eh mbak China ya, jangan kasih minum sembarangan mb, Kan saya tidak tau halal apa tidak minuman yg mb berikan… Oalah 
Pengen bener nampol mulut tuh orang dengan botol Aqua yg saya ambil lagi dari anaknya tadi. Hari gini masih saja anti RAS.

Saya cuma mau mengingatkan lagi. Yang terjadi hari ini dan yang jadi isu beberapa minggu terakhir ini bukan SOAL AGAMA saja. Ini soal POLITIK yang berkedok AGAMA. Memecah belah Persatuan dengan isu SARA.
Diam dan lihat gambaran lebih besarnya. Target mereka bukan minoritas saja nantinya. Target mereka itu kita semua, tanpa terkecuali. Agama, ras, etnis, dan keturunan semua yang dibahas itu hanyalah alat dan korban.
Kita pun adalah alat dan juga korban. Apapun kepercayaan kamu dan apapun yang kamu dukung, kita semua korban dan target untuk diperalat.

Satu-satunya cara rakyat bisa menang di masa kelam ini adalah dengan terus menjaga persatuan dan kesatuan. NEGARA lain sudah bahas isu iklim, pembangunan bahkan sudah menuntut ditegakkannya hukum perlindungan hewan. Apa gak malu kita masuk ke kubangan yang sama?

Harus sejauh mana MINORITAS dijadikan korban lagi? Dan mau sampai mana kita mau diperalat untuk menyiksa sesama manusia? Stop sekarang dan sampaikan salam terhangat kalian untuk orang lain.

#Manusia tidak dinilai dari apa yang dia percaya maupun asalnya dari mana. Manusia dinilai dari perbuatannya.

Wiradesa, 02 September 2017
18.50

PuCa