ALAY-nya Wisatawan Lokal

BOROBUDUR seperti masjidnya Umat Islam, Gerejanya umat Kristen dan Katholik, Viharanya umat Hindhu … kenapa kebanyakan yang berkunjung tidak menjaga sopan santun saat mengunjunginya. Sudah jelas disana terpampang tulisan2 untuk tidak memegang Stupa2 ternyata masih saja banyak yg cuek dan tidak peduli. Demi mendapatkan Foto yang bagus mereka menginjak-injak Bangunan Candi yg terlarang untuk di pijak atau di pegang.

Lima bulan berselang saya berkunjung ke sana, dan banyak saya temui pengunjung yg semau gue dengan menginjak bangunan2 candi yg dilarang untuk diinjak. Disana tertulis untuk tidak menginjak bangunan CANDI atau DUDUK di tempat yg ada papan LARANGAN nya. Apa mereka memang tidak bisa baca atau memang pura² BEGO ya?

Apakah sifat santun, dan toleransi yang sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak dulu sudah tidak berlaku lagi saat ini, atau sudah diganti dengan trend Budaya masa kini yang mengedepankan EGO? Lalu dengan cara apa sikap tersebut dapat kembali melekat dalam kehidupan sehari – hari? Memang tidak semua orang berperilaku seperti itu (cuek, intoleransi, tidak sopan), tapi tidak sedikit pula yang bersikap seperti itu.

Semoga bangsa Indonesia dapat kembali menumbuhkan sikap dan sifat-sifat mulia tersebut karena pada dasarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang terkenal akan kesantunannya, keramahannya dan sikap toleransi yang baik antar sesama.

Perlu diketahui : BOROBUDUR adalah termasuk situs WARISAN DUNIA yang telah ditetapkan UNESCO, dan sebagai satu dari 10 destinasi wisata baru selain Bali yang sedang dipromosikan ke negara lain.

Dan larangan tersebut diterapkan untuk mencegah kerusakan salah satu warisan budaya dunia tersebut.
Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk menikmati keindahan alam dan belajar mengenai seni budaya bangsa Indonesia, tidak sedikit pula wisatawan yang berkunjung untuk sekedar merasakan keramahtamahan penduduk negeri ini. Hal ini bukan tanpa dasar mereka menganggap kita (warga Negara Indonesia) sebagai orang yang ramah, tertib dan mengenal Etika, karena setiap warga Negara asing berkunjung ke Indonesia mereka selalu disambut dengan senyuman dan keramah tamahan bangsa ini.

Wiradesa, 04/07/2017
20.05

PuCa