Pernikahan Dini

Siang tadi, datang seorang REMAJA PEREMPUAN anak dari karyawan saya dan dengan berurai air mata dia menceritakan bahwa : ayahnya menginginkan untuk secepatnya menikah dengan Laki2 yang sudah dipilihkan oleh orangtuanya. Saya tidak habis pikir, dijaman yang sudah MODERN begini masih saja ada PEMAKSAAN KEHENDAK dari orangtua kepada anaknya tsb. Padahal baru kemaren si anak tsb menyelesaikan pendidikan SMA nya.
Dalam benak saya : kenapa PERNIKAHAN di identikkan atau diharapkan kan menjadi JALUR KEBEBASAN bagi PEREMPUAN?

Semua berhubungan dengan PENDIDIKAN kalau menurut saya, didikan tidak melulu tentang SEKOLAH, ini juga tentang ORANG TUA, lingkungan atau masyarakat sekitar, dan pengalaman. Suatu hari pernah saya mengeluh di TWITTER (dulu) mempertanyakan tentang NIKAH MUDA sebagai bentuk kekecewaan saya: bahwa hal ini masih banyak hal ini terjadi di INDONESIA. Teman saya langsung membalas dan berkata : salahkan PENDIDIKAN.
Saya berpikir waktu itu kok bisa menyalahkan PENDIDIKAN, bukan salahkan ORANG TUA yang memaksa anaknya buat menikah Dini karena langsung tidak langsung orang tua memegang peran besar sebagai masyarakat untuk masa depan anak2nya kelak.

Sekarang bagaimana seorang anak PEREMPUAN mau memikirkan masa depannya, dimana dia akan bangga akan dirinya sendiri, walau belum berpasangan dan memilih mengejar MIMPI malah ada sebagian ada yang “SENGAJA” menanyakan kepada saya (contoh mudahnya) kalau bertemu pasti pertanyaan klasik , > kapan menikah, anakmu sudah berapa, dan buksnnya menanyakan “APA MIMPIMU, dan apa yang sedang kamu pikirkan dengan pekerjaanmu?
Kalau kalian sebagai WANITA bukan menyuarakan kebebasan sebagai WANITA seutuhnya tetapi meneriakkan PENUNDUKKAN TOTAL terhadap LAKI² dan semua keinginan EGOIS mereka.

Jadi kenapa rasanya wajar kalau seorang REMAJA perempuan akhirnya enggan bermimpi dan menukar POTENSI dirinya dengan jalan pintas dimana dia menaruh segala keinginan dirinya untuk hidup tanpa masalah kepada PRIA yang manusia juga, yang bermimpi juga.

Buat kaum WANITA: mari belajar menjadi PEREMPUAN yang mandiri dan tidak tergantung sepenuhnya pada kaum laki² dan jangan mau cuma dianggap sebagai “TEMAN WINGKING” saja.

📝Thanks dad and mom’s sudah membiarkan aku menjadi PEREMPUAN dan MANUSIA seutuhnya tanpa tekanan dalam melanjutkan masa depanku.

Wiradesa, 12 Juni 2017
18.16

PuCa