Welas Asih

Melihat sepasang CICAK melintas, seakan FLASHBACKS ke masa kanak² dulu. Bagaimana saya dan teman² kompleks kalau mendapatkan cicak terus DIEKSPLOITASI, salah satunya adalah buntutnya dilepaskan, kamipun tertawa bahagia menikmati sensasi goyangan buntut tanpa badan tersebut. 😁

Dan sejak melihat kami sering berburu cicak sekedar untuk dibuntungin ekornya, mamapun menerapkan peraturan tak tertulis untuk tidak membunuh binatang apapun dengan sengaja. Sayapun sempat protes waktu itu.
“Kenapa ma? tanyaku penasaran. Bahwa binatang itu mempunyai perasaan seperti kamu, dia tidak ingin disakiti atau bahkan dibunuh. Mereka juga punya orang tua seperti hubungan kamu sama mama dan kalau menyakiti mereka tentu keluarganya akan turut sedih. Kalau ingin hidup berbahagia, maka kamu harus membuat mahluk hidup lain juga berbahagia, tapi kalau kita tidak mampu setidaknya jangan menyakiti nya.

Pemahaman yang sederhana dan dapat saya terima saat itu. Kalau saya terapkan dikehidupan sekarang berarti kata konfusius bijak benar adanya : “Jangan lakukan perbuatan yang engkau tidak ingin orang lain lakukan padamu sederhana nya kalau tidak mau dicubit jangan mencubit.

Wiradesa, 01/06/2017
11.58

RPAC