Apa yang ada di benak pelaku BOM BUNUH DIRI?

Fenomena RADIKALISME dan atau TERORISME disebabkan karena dalam memahami AGAMA hanya terjebak pada sisi NORMATIVITASNYA saja >>> apa yang aku pahami menurut keyakinan harfiahku maka itu benar menurut Tuhan, dan aku harus melakukan apa yang menjadi bagian isi ajarannya.

Padahal, si penafsir juga mesti melihat apa di balik bungkusan teks itu, yang senyatanya pasti tidak akan didapati makna-makna yang cenderung mengarahkan pada TINDAKAN​ penuh kekerasan. Bisa saja kita katakan bahwa fenomena ”BERANI MATI” merupakan bentuk ”PEMBEBASAN”.
Bagi saya itu adalah tindakan pembebasan dalam pengertian MELEPASKAN tanggung jawab atas ”KETIDAKSADARAN” manusia dalam menerapkan hukum Tuhan yang diukur menurut kerangka SUBYEKTIF pemikiran si penafsir.

Jika, PEMAHAMAN AGAMA difungsikan menjadi DOKTRIN yang membelenggu kesadaran kemanusiaan maka itu bukanlah AGAMA SEJATI.

Apa yang dilakukan oleh kelompok TERORIS dengan ATAS NAMA AGAMA merupakan bentuk ”PEMBUNUHAN” atas jati diri kemanusiaan dan apa yang dipraktikkan oleh beberapa pelaku ”TERORIS BERBAJU AGAMA ” menjadi bukti bahwa KEYAKINAN AGAMA yang sempit akan cenderung mengarahkan pada tindak kekerasan.
Benarkah ISLAM adalah AGAMA yang mengajarkan demikian?

Apakah dunia ini hanya milik SEGELINTIR penganut agama yang tidak mau melihat REALITAS secara obyektif?
Untuk itulah, sudah waktunya kita merenungi kembali hakikat keberagamaan kita ini.
Dapat saya simpulkan >> PELAKU BOM BUNUH DIRI adalah orang-orang yang hanya BERANI MATI, akan tetapi TIDAK BERANI HIDUP. Mereka hanya memahami ajaran Islam secara PARSIAL dan menafsirkan ajaran tersebut sesuai dengan kepentingan dan misi ideologi mereka sendiri.

Seperti pelaku² sebelumnya : biasanya PELAKU BOM BUNUH DIRI tersebut MAYORITAS adalah mereka yang memiliki PENDIDIKAN yang RENDAH dan TINGKAT EKONOMI yang tidak begitu mapan, sehingga mereka mudah direcoki dengan pemahaman-pemahaman yang salah dan pada akhirnya menimbulkan rasa FANATISME YANG TINGGI dan anggapan bahwa apa yang mereka lakukan tersebut merupakan sesuatu yang benar dan sesuatu yang harus dilakukan.

Pertanyaan LOGIS yang mengedepan di benak saya harus dengan jujur untuk dijawab yaitu:
1. Mengapa ummat Islam memiliki potensi besar melakukan tindakan teror ?
2. Mengapa para pelaku teroris dan Bom Bunuh Diri di Indonesia tersebut adalah orang-orang yang dekat dengan pondok pesantren?

Harapan saya juga harapan masyarakat INDONESIA yang lain , Semoga BIBIT-BIBIT RADIKALISME tidak semakin mewabah di Indonesia, dan semua pihak dapat bekerjasama untuk menciptakan iklim yang damai, tentram dan aman di negara INDONESIA tercinta ini

Wiradesa, 25/05/2017
09.57 am

RPAC