Mendadak menjadi POLISI MORAL karena keberadaan KAUM PELANGI

Ternyata ada banyak sekali orang yang mengaku BERAGAMA tetapi tidak menggunakan akalnya. Bagi mereka, berpikir BERBEDA dari apa yang mereka yakini selama ini adalah sebuah KEJAHATAN.
Mereka ini adalah kalangan yang sekadar mengikuti apa yang dikatakan GURU atau PANUTAN atau KELUARGA atau KERABAT tanpa pernah sungguh-sungguh berusaha mempelajari ajarannya tsb.

Karena mereka tidak menggunakan akal, yang mengemuka adalah EMOSI. Mungkin niat mereka baik. Mungkin mereka merasa sedang MEMBELA Tuhan. Tapi karena tidak menggunakan akal, yang tampil adalah KEBENGISAN dan KEBENCIAN.

Peradaban ditentukan oleh kesediaan orang untuk menggunakan akal. Salah satu ciri orang yang menggunakan akal adalah ya BERPIKIR. Bila ada sebuah HAL BARU yang mungkin tidak kalian setujui, jangan buru-buru marah dan menjudge NEGATIF. Dengarkan dulu, dalami dulu dan gunakan otak Anda untuk mencernanya.

Saya sangat sedih membaca POSTINGAN sahabat saya hari²kemaren tentang kaum GAY. Dahulu, sayapun pernah bersikap ANTIPATI terhadap kaum GAY. Saya juga pernah menganggap GAY dikutuk Allah. Namun kemudian pengalaman langsung saya yang kebetulan bergaul dan berteman dengan kalangan yang saya ketahui GAY tsb : saya langsung berubah dan menyesal dengan SIKAP saya dahulu. Maka saya berusaha mencari bacaan yang berhubungan dengan kaum Gay juga DISKUSI serta pernungan yang saya lakukan membuat saya mempertanyakan sikap saya yg ANTI waktu itu.
Saya kemudian TIDAK MENEMUKAN alasan yang cukup untuk menolak GAY ataupun LGBT. Saya tidak menemukan bukti bahwa GAY membahayakan dan merugikan masyarakat.
Demikian juga para pengecam GAY yang mengomentari tulisan DENNY SIREGAR yang saya baca kemaren pun seolah sok YESS dan seakan TAMPIL menjadi POLISI MORAL tertawa aneh dan tidak memberikan bukti bahwa GAY merugikan.

Yang menjadi pertanyaan saya : Apa yang layak dikategorikan sebagai tindak kriminal oleh kaum GAY tersebut?
Tidak ada, KESALAHAN mereka hanya satu: mereka BERBEDA dengan ARUS UTAMA.

Menjadi GAY berbeda dengan tindak kejahatan yang memang merugikan umat manusia, seperti pencurian, korupsi, penindasan, pembunuhan, penyiksaan, perkosaan. Karena itu, kenapa kaum GAY harus diperlakukan seperti layaknya para pelaku KEJAHATAN?
Sebagian mengatakan, GAY melanggar fitrah manusia. Untuk ini, saya hanya bisa mengatakan ya itu kan tergantung apa INTERPRETASI kita mengenai FITRAH MANUSIA.

Note:
ILMUWAN sudah menemukan bahwa perasaan CINTA SESAMA JENIS adalah hasil dari kombinasi kompleks antara GEN dan KONDISI LINGKUNGAN. Jadi faktor lingkungan memang berpengaruh tapi ada juga faktor-faktor biologis berperan. Dengan kata lain, KECENDERUNGAN menjadi GAY di kalangan sebagian GAY memang sudah ada sejak lahir. Siapa yang memberikan GEN-GEN itu? Ya Tuhan.
Karena itu, saya tiba pada pertanyaan berikutnya: kalau memang GAY bukanlah kejahatan, mengapa GAY ataupun LGBT harus dikutuk Tuhan?
(Btw, Saya sendiri tidak menganggap sikap saya tentang GAY adalah sikap yang mutlak benar. )

Wrds, 24/05/2017
11.27 am

RPAC