Matinya TOLERANSI BERAGAMA

Melihat tingkah-tingkah orang yang FANATIK AGAMA yang menurut saya sangat-sangat konyol bila dibandingkan orang yang TIDAK PUNYA AGAMA. Sampai hal2 dalam urusan IBADAH pun menjadikan MASALAH buat mereka. Di dalam OTAK nya>>> mungkin yg bersebrangan atau tidak sepaham adalah orang2 yang harus disingkirkan.

Memang semua orang punya hak untuk mempercayai apa yang mereka ingin percayai. Tapi, apa ini membuat kalian sebagai MAYORITAS terlena? 😣
Terlalu larut MEMAKNAI AGAMA sebatas betapa benarnya keyakinan dan betapa salahnya keyakinan yang berbeda membuat otak terkungkung dalam aturan DOGMA AGAMA yang diyakininya selalu benar. Kok ABSURD sekali ya pemahaman mereka tentang AGAMA…. bukankah AGAMA itu harusnya menyebarkan KEBAIKAN dan mengedepankan TOLERANSI yang tinggi diantara sesama mahluk.

Fakta MAYORITAS mendiskriminasi MINORITAS dan merebut hak beribadah mereka adalah benar adanya dan masih banyak terjadi di Nusantara ini. Kenapa sich nggak bisa nerima perbedaan ini dengan LEGOWO dan menjadikan AGAMA URUSAN paling PRIBADI antara INDIVIDU dengan Tuhan, tanpa perlu memerdebatkannya, tanpa perlu menyakiti orang lain, tanpa mempersoalkan tempat beribadahnya dan tanpa perlu mengganggu hak-hak orang yang tidak seagama?

Sayapun bisa berteman dengan baik dengan orang yang berbeda AGAMA lantaran saya menghilangkan sikap FANATISME dalam AGAMA saya.
Teman Islam saya pernah bicara tentang agamanya bahwa : FANATISME ISLAM adalah bertentangan dengan nurani. Dia sebenarnya tanpa disadari mengakui kalau AJARAN ISLAM itu PICIK dan tidak sesuai dengan perikemanusiaan. Jika ia lebih mengedepankan Islamnya, maka ia akan membenci temannya yang “KAFIR” itu lantaran beragama Kristen.

 

Dan kini, dia ataupun saya tetap bisa berteman dengan baik dengan siapapun juga termasuk “KAFIR” karena tidak menghiraukan ajaran jahat agamanya namun lebih mengutamakan arti persahabatan antar sesama.

#Setiap manusia, di luar pengaruh agama, memiliki hati nurani. Hanya binatang yang tidak memiliki hati nurani.

Wiradesa, 22 Mei 2017
08.18

RPAC