Jangan TOLERAN terhadap kelompok-kelompok yang anti TOLERANSI.

Saya sebagai Masyarakat Indonesia yang akhir2 ini disuguhi realitas INTOLERANSI jadi PESIMIS dan menganggap : jika seorang MUSLIM yang melakukan penindasan dapat dimaklumi, sementara seribu kebaikan yang dilakukan oleh NON-MUSLIM adalah sama nilainya dengan nol.

Bahkan hal ini bisa merembet kedalam urusan PERSONAL tentang hal KAFIR meng-KHAFIR kan. Kalau saya Pribadi sudah sering sich dituduh KAFIR dan MURTAD, tetapi saya tetap tenang-tenang saja dan EGEPE 😁.
Kelompok-kelompok RADIKAL seperti itu mengukur KEBENARAN PEMAHAMAN AGAMA secara IDEOLOGIS dan POLITIS, sementara saya mendasarkan PEMAHAMAN dan PRAKTIK KEAGAMAAN pada SPIRITUAL yang terbuka yang berpedoman pada paham Ahlussunnah wal Jama‘ah.
Makanya jangan marah kalau kalian saya sebut kalian mewarisi kebiasaan EKSTREM KHAWARIJ yang gemar mengkafirkan dan memurtadkan siapa pun yang berbeda dari kalian, bukankah itu kebiasaan buruk yang dipelihara oleh Wahabi dan kaki tangannya … biyuuuuh. 😂😂

Bisa dilihat karena kelompok-kelompok RADIKAL itu suka menganggap setiap Muslim lain yang berbeda dari mereka sebagai kurang Islami, atau bahkan kafir dan murtad, maka mereka melakukan infiltrasi ke masjid-masjid, lembaga-lembaga pendidikan, instansi-instansi pemerintah maupun swasta, dan ormas-ormas Islam moderat agar sealiran dan untuk mengubahnya menjadi keras dan kaku juga.
Mereka mengklaim memperjuangkan dan membela Islam, padahal yang dibela dan diperjuangkan adalah pemahaman yang sempit dalam bingkai ideologis dan platform politik mereka, bukan Islam itu sendiri.

Susah memang BICARA secara NALAR dan LOGIKA dengan mereka.
Bisa di ibaratkan seperti pertarungan antara Pandawa melawan Kurawa. Sementara yang pertama berusaha mewujudkan kedamaian dan ketenangan, maka yang kedua selalu membuat kegaduhan.

VR, 15/05/2017
19.17

RPAC