Pendapatku: Tentang Kamu Kaum “CUPET AKAL”.

Ada sekelompok Umat Islam, kalau ada umat Islam lain yang dianggap tidak sealiran atau tak sepaham, maka yang dilakukannya adalah membencinya dan memusuhinya bahkan sampai merusak tempat peribadatan mereka, ANARKIS dan memaksakan kehendak. Seolah-olah mereka adalah yang paling Islami. Paling benar.Padahal siapa yang paling Islam sesungguhnya dan seharusnya hanya Tuhan yang tau to.
(Mereka yang ibadahnya bagus belum tentu perilakunya baik. Contohnya HR dan nggak usah mendadak MELEDUK kalau saya ambil contoh dia). πŸ˜‰

Sebagian umat Islam golongan tsb, enggan menerima pendapat yang berbeda walaupun dikatakan oleh pakar ilmu filsafat dan pakar ilmu logika sekalipun. Merasa pendapatnyalah yang paling benar. Padahal, masalah benar atau tidak benar ada ilmunya, yaitu ilmu filsafat dan ilmu logika … tetep saja ngeyel dengan pendapatnya sendiri.
Ilmu agama tidak pernah mengajarkan bagaimana cara berpikir benar, melainkan bagaimana berperilaku benar.

Kalau ada orang berpendapat berbeda, justru dimusuhinya. Merasa pendapatnya sendiri yang benar, paling benar dan selalu benar. Pendapat orang lain dianggap salah, pasti salah dan selau salah. Wawasan berpikirnya sempit sekali dan malah cenderung CUPET AKAL 😁😁.
Konsekuensinya, seumur hidup tetap mempertahankan pendapatnya yang salah itu…. duh Gusti. πŸ˜‘

Dan yang semakin membuat enek lagi, mereka punya mimpi adanya Negara Islam Indonesia. Mereka berimajinasi kalau diterapkan hukum Islam, maka Indonesia akan bebas dari korupsi, narkoba dan tindak kriminal lainnya. Mereka lupa bahwa, hukum apapun, kalau dipegang orang brengsek, hasilnya brengsek juga.

Mereka lupa bahwa gagasan NII justru membuat NKRI pecah dan Indonesia secara politik menjadi negara yang lemah. Lagipula NII tidak merupakan jaminan munculnya tingkat kesejahteraan dan kemajuan bangsa dan negara. Mereka tak memahami sejarah berdirinya negara Indonesia yang sudah diperhitungkan secara matang oleh β€œfounding fathers” dari berbagai golongan, termasuk golongan Islam sendiri.

Ach … ternyata menjadi umat Islam yang cerdas itu sulit. Sebab, kebanyakan agama dipahami atas dasar keyakinan saja.
Belajar agama tanpa belajar ilmu logika. Akibatnya, ibadahnya bagus, tetapi logikanya kacau balau. Lebih bersikap reaktif-emosional daripada reaktif-rasional.

#Bagi saya : Agama lain juga agama yang paling baik bagi para pemeluknya. Mana agama yang terbaik dari semua agama? Itu urusannya Logika Tuhan. Bukan urusannya Logika Manusia. Manusia hanya bisa sok tahu.

Violet River, 14/05/2017
23.32

RPAC