Generasi RASIS “AGAMA” di INDONESIA

Melihat tingkah-tingkah orang yang FANATIK AGAMA di INDONESIA semakin kesini kok menurut saya sangat-sangat semakin konyol bila dibandingkan orang yang TIDAK PUNYA AGAMA.

Lihat saja kelakuan generasi-generasi yang sudah teracuni DOGMA AGAMA pasti demen banget men_diskriminasi kan AGAMA lain dan RAS, dan ini terjadi di INDONESIA … agak miris juga.
Ini menunjukkan kalo negara kita itu masih PRIMITIF, masih saja ngebeda-bedain orang dari AGAMA dan RAS. (Jangan kaget kalau pemahaman tsb kadang didapat dari guru dan orang tua yang melarang agar jangan bergaul terlalu dekat dengan orang Kristen dan Cina). Wah wah wah …. suatu realita yang sangat fucked up! 👊👊 Semua orang punya hak untuk memercayai apa yang mereka ingin percayai, itu masih bisa di nalar : apa ini membuat kaum anu terlena?

Terlalu larut memaknai AGAMA​ sebatas betapa benarnya keyakinan kita dan betapa salahnya keyakinan yang berbeda itu sangat berbahaya, karena pasti beranggapan keyakinan kita lah yang salah dan mereka lah yang benar.

Kenapa sich enggak bisa nerima perbedaan ini dengan LEGOWO dan menjadikan AGAMA urusan paling PRIBADI antara INDIVIDU dengan Tuhan : tanpa perlu memperdebatkannya : tanpa perlu menyakiti orang lain bahkan jangan sampai mengganggu hak-hak orang lain.

Andai saja POLA DIDIK dari kecil tidak ditanamkan pemikiran yang kemudian larut di alam bawah sadar bahwa hanya kita lah yang benar, AGAMA kita lah yang paling benar, sementara AGAMA BERBEDA itu salah, menyesatkan dan tidak dapat diterima, tentunya bangsa kita sudah sangat maju.
Orang-orang seperti itu terlalu FOKUS untuk BERAGAMA yang baik. Sampe lupa gimana caranya jadi MANUSIA yang baik.

Mbok yao sebagai GENERASI MUDA itu terbuka pola pikirnya. Ah …. jadi merindukan INDONESIA yang HUMANIS, TOLERAN, dan menjadi masyarakat MULTIKULTURAL yang berbeda “ BHINNEKA TUNGGAL IKA ”. … kapan????
Yang ada malah terkekang oleh DOGMA AGAMA, yang membatasi pola pikir.

Ayo jadi SEKULER!

Violet River, 25 April 2017
21.39

RPAC