Perceraian

… Saya ibu kandung nya mb, dan saya mempunyai hak yang sah secara hukum.
I will do whatever it takes, just bring my son back to me :'( (bila dihadapkan dengan curhatan seperti ini saya selalu tidak bisa mengambil sikap).

KONFLIK yang terjadi saat ORANGTUA bertengkar justru menjadikan ORANGTUA​ sebagai model yang buruk bagi anak.
Pengalaman ANAK dengan ORANGTUA​ bercerai dapat berpengaruh besar dan bisa juga tidak terlalu berpengaruh karena ada berbagai FAKTOR yang BERKONTRIBUSI. Misalnya saja, kemampuan si anak dalam mengelola emosi, keterampilannya mengembangkan diri setelah apa yang terjadi, dan kemampuannya berdamai dengan pengalaman yang kurang menyenangkan tersebut.

Sisi terlalu sering memendam berbagai persoalan, dan menyimpannya rapat-rapat, dan sudah terlalu lama… . Persoalan, pikiran, dan EMOSI-EMOSI NEGATIF itu sebetulnya SAMPAH bagi diri ANAK tersebut. Apabila ‘SAMPAH’ itu terus disimpan, tentu ruang penyimpanan semakin penuh dan tidak ada ruang lagi untuk menyimpan SAMPAH baru.

Saya andaikan dengan sebuah KANTUNG PLASTIK yang diisi kerikil. Ketika kantung plastik itu sudah penuh, tetapi masih terus diisi kerikil lagi, maka suatu ketika kantung plastik akan jebol dan kerikil-kerikil isinya jatuh bertebaran.

Diri kitapun begitu, ketika diri ini sudah ‘ TERLALU PENUH ’, kita tinggal menunggu waktu kapan meledak, kapan jebolnya.

Apa bentuknya? Bentuknya bisa macam-macam, misalnya MENANGIS, DEPRESI, atau GANGGUAN MENTAL lainnya. Nah, kondisimu yang menjadi MOODY (sesukanya), terlihat pemilih, lebih suka mengurung diri di kamar, ataupun kurang bersemangat, tampaknya disebabkan oleh kurang terolahnya kondisi diri dan EMOSI.

#Untuk SUAMI si mbak yang saya yakin baca POSTINGAN ini, pesan saya:
Jangan sampailah anak-anak diputuskan TALI SILATURAHMI dengan ibunya. Kalaupun karena sesuatu hal – ini tak menjadi alasan untuk memisahkan anak dengan ibunya, untuk melarang anak menemui ibunya, apalagi mengajarkan anak MEMBENCI ibunya dengan mencoba memberikan GAMBARAN NEGATIF tentang ibu mereka. Anak tetaplah anak, hanya kasih ibulah yang benar-benar sepanjang jalan, sepanjang jalan kehidupan si anak.

-Pu Ca-
Wrds, 12/04/2017

RPAC