AGAMA EGOISME

Saya tidak perlu menyebut saya AGAMA apa, dan ANDA >> AGAMA apa.

Intinya saya punya TUHAN dan begitu juga dengan ANDA. Yang perlu saya perjelas disini, apakah perlu FANATIK dalam hidup beragama?

Seperti kehidupan nyata yang betul saya alami, ada segelintir teman yang “katanya” BERAGAMA, masih menganggap terlalu tinggi ajaran agamanya dihadapan teman-temannya sendiri, haruskah demikian?

Katanya mengaku beragama dan bertaqwa.
Tapi mengapa, dengan lain AGAMA selalu curiga dan berburuk sangka.
Katanya mengaku beriman dan beramal sholeh, tapi mengapa jika berbeda keyakinan, gampang sekali menuduh SESAT orang lain?

#Akhirnya, AGAMA kita cuma AGAMA EGOISME.
AGAMA kita, AGAMA mau menang sendiri saja.
AGAMA kita , cuma TOPENG belaka.
Agama kita, cuma BASA – BASI doang.

 

RPAC