DJUANCUK!

Saya BENCI kehidupan seperti ini! Benci sekali! Benci ketika saya menilai semua orang di awal adalah sama, nilai nol.

Saya benci karena seburuk apapun mereka terhadapku selalu saja kubuatkan mereka apology yang bahkan mereka mungkin tidak pikirkan sendiri. Seharusnya merekalah yang ber-apology, bukannya sisi lain dari jiwaku yg jarang sekali brprasangka jelek pada kalian.

Mereka semua bilang si A itu sombong lah, si B itu rese lah, si C itu malas lah, si D itu suka mengeluh lah, dan sebagainya yang mereka tidak sukai. Mereka men-judge sesuai dengan persepsinya masing-masing.

Sementara saya? Saya selalu membuatkan apology untuk orang lain. Si A mungkin tidak bermaksud sombong, dia mungkin biasanya memang begitu. Si B itu tidak rese, dia itu baik sebenarnya, dia mengajari kita sesuatu. Si C itu tidak malas, dia itu mungkin hanya kelelahan atau tidak terbiasa dengan semua ini. Si D itu sepertinya memang sedang banyak masalah, sepertinya lebih banyak dari saya, jadi biarkan saja dia mengeluh.
Terus, apakah ini tanda bahwa saya tidak punya persepsi? Saya BENCI semua ini.

Saya paling BENCI ketika saya diolok-olok dengan alasan vonis judge.
💢Saya ini sok PINTAR, saya ini sok Bijak!
OK, itu benar.
💢Saya malas? OK, mungkin itu juga benar. 💢Saya curang, saya licik dan bla bla lainnya. Dan itu semua adalah benar.

Tolonglah, apology apa lagi yang harus kurasionalisasikan untuk tanggapan kalian yang terlalu men-judge itu?
Saya memang seperti itu, tidak adakah apology untukku?

Sekarang saya merasa, membuat apology itu pekerjaan orang baik <<<>>>Nice guy fall first. Saya akan mencoba sisi lain yg tdk RASIONAL. Saya tidak mau lagi seperti ini! Tidak mau! Saya mau jadi ORANG JAHAT saja! Saya mau mereka semua merasakan sisi lainku, sisi gelapku yang membuat orang lain merasakan betapa jahat dan liciknya saya ini!

#Pertanyaannya: apakah saya mampu? Apakah saya tega?

Ingin sekali saya disebut sebagai orang yang NJUANCUK i

PuCa