Politik dan Teror di NKRI ku

Belum tuntas Pertarungan POLITIK di Indonesia, kini muncul problematika baru yang membuat rakyat semakin gerah, yaitu kasus TERORISME yang kian hari kian terang2an pelakunya.

Memang terdapat berbagai perbedaan pandangan tentang TERORISME, di antaranya ada yang PRO dan KONTRA. Bagi yang pro, TERORISME itu dianggap merupakan bagian dari JIHAD. Sedangkan bagi yang KONTRA, TERORISME dianggap sebagai sebuah tindak kejahatan, karena meresahkan banyak khalayak.

Berdasar ilmu syariat yg prnah saya baca : JIHAD bermakna <<>>pengerahan seluruh kemampuan dan tenaga dalam berperang di jalan allah : baik dengan jiwa, harta, lisan ataupun yang lain.
Salah satu bentuk perbuatan JIHAD yang benar yaitu memberi pengajaran terhadap seluruh manusia kepada jalan kebenaran dan mengembalikan tujuan dari penciptaan manusia yaitu sebagai KHALIFA FI AL-ARDH.

Berdasarkan pemaknaan tentang kedua istilah di atas, berarti jelas donk kalau TINDAKAN teror itu merupakan perbuatan yang menyimpang, meskipun dengan dalih akan menyebarkan agama.
Sebenarnya, mereka melakukan pengeboman dengan mendasarkan diri menyebarkan agama (korban DOKTRIN) menurut saya. Kalau dipikir secara LOGIKA hal ini tentu salah besar, karena terkesan sangat RADIKAL. Padahal masih banyak cara yang dapat ditempuh untuk menyebarkan agama. Sedangkan istilah JIHAD itu digunakan dalam menyampaiakan ajaran agama menggunakan metode praktis, sederhana, dan lemah lembut.

Coba kalian cari dan baca tentang artikel yang berjudul <<<<>>>> Islam dan Violence (Islam dan Kekerasan) Esposito membantah keras mengaitkan islam dengan aksi teror. Ia mengatakan, “The islamic tradition places limits on the use of violence and rejects terorism, hijackings and hostage taking” (tradisi ke-islam-an menetapkan batas-batas penggunaan kekerasan dan menolak terorisme, pembajakan dan penyanderaan) nah lo.

Hal ini nampak, bagaimana TERORISME dalam melancarkan aksi teror selalu menimbulkan kerugian. Sebab, aksi teror itu menyebabkan hilangnya banyak nyawa seseorang bahkan anak-anak yg tdk berdosa seperti peristiwa peledakan gereja 2 hari kemarin. Yang sangat saya herankan tindakan TERORISME ini malah menjadikn semakin berkembangnya ISLAMOFOBIA dikalangan tertentu.

Bagi yang paham, bukankah Islam sangat menjunjung tinggi perdamaian dan kerukunan. Islam tidak pernah menggunakan cara kekerasan dalam hal kebebasan melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan. Karena, dalam konsep Islam, esksistensi sebuah agama diakui meski bukan untuk dibenarkan.

Selain itu, Islam menyuruh kepada setiap pemeluknya agar saling menghormati satu sama lain terhadap hak-hak yang dimilki oleh setiap individu. Karena itu, Islam melarang adanya permusushan antar sesama, khususnya umat beragama, apalagi sampai memunculkan pertumpahan darah.

#masyrakat muslim di INDONESIA mempunyai kecenderungan menilai seseorang dari segi penampilan. Mereka mengganggap bahwa orang yang berpakaian rapi mengenakan jubah layaknya para rasul dan sahabat dianggap sebagai PEMUKA AGAMA.
Pasalnya, hal itu kemudian dimanfaatkan oleh para teroris untuk berjihad menyampaiakan ajaran agama Islam secara radikal, dengan cara mencuci otak orang-orang Islam yang pengetahuan akan agama masih lemah.

Violet River, 15/11/2016
11:04 am

PuCa